Kamis, 05 Mei 2016

AKIBAT FILM ANIMASI BAGI ANAK

Siapa yang tidak tahu film animasi. Sekarang ini film animasi sangat banayak jenisnya dan banyak ditanyangkan oleh stasiun-stasiun TV di tanah air. Tentu saja film animasi ini banyak digemari oleh anak-anak. Slah satu contoh film anomasi yang bnyak digemari oleh anak-anak adalah Upin dan Ipin, Cerita Zaman Dahulu, Sponsbob Squerpan dan masih banyak lagi.
Diantara sekian banyak film animasi yang ditanyangkan memiliki dampat positif dan negarif bagi pertumbuhan anak. Hal itu dikarena anak sering sekali meniru apa yang mereka lihat dan gemari. Dan terkadang orang tua tidak mengontrol apa yang ditonton oleh anaknya.
Begitu banyak akaibat yang ditimbulkan oleh film animasi terhadp anak. Salah satu contoh, ketika anak menonton film animasi sponsbobsquerpans anak tersebut pasti akan mengikuti apa yang dikaukan oleh sponsbobsquerpans. Jika yang tontonnya film animasi yang ada pertarungannya, anak tersebut pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilahatnya.
Seperti kasus yang terjadi di tetangga saya. Anak kelas 2 sekolah dasr bersama dua orang temannya sedang bermain. Mereka mengikuti adegan yang ada dalam film animasi Boboboy, dan tanpa ada pengawasan dari prang dewasa. Setalah beberapa saat mereka bermain, salah satu dari ketiga anak tersebut berteriak sambil menangis meamggil ibunya yang kebetulan rumahnya tidak ajauh dari tempatnya bermain. Dengan cepat ibunya menuju ketempat anaknya yang menangis, ternyata salah satu dari temannya kepalnya terkena oleh batu dan mengelurkan darah. Setelah diselidiki ternyata meraka bermain perang-perangan dan salah satu dari temanya tidak bisa menerima kekalahanya dan mereka berkelahi. Ketika mereka berkelahi temannya yang tidak menerima kekalahan tersebut mengambil batu dan melempar kearah temannya hingga kepalanya terkena dan mengeluatkan darah. Itulah satu kasus dari dampak film anaimasi yang kurang mendidik.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua atau oragn lebih dewasa. Jika memiliki adik, keponakan, atau ada kecil didalam kelurganya. Hendanya lebih memperhatikan tontonan yang ditonton oleh anak-anak. Karena banyak sekali dampak negatif yang ada dalam film animasi maupun film-film lainnya.

Selasa, 26 April 2016

AKAN JADI APA AKU NANTI.?

[1]

Pertanyaan yang sering kali timbul dalam diri kita adalah “ Akan Jadi Apa Aku Nanti”. Terlebih lagi kita sebagai mahasiswa sering kali berkata “Lulus kuliah nanti apakah saya akan mendapatkan pekerjaan yang layak, sedangkan sekarang saja begitu banyak sarjana yang manjadi pengangguran”. Kata-kata itu memang manjadi hal yang wajar untuk dipertanyakan. Bahkan ada juga dari kita yang berkata “ Lulus kuliah saya bingung mau kerja apa, mengandalkan untuk menjadi pegawai negeri saat ini susah, mencari kerja juga susah”.
Di dalam diri kita, seringkali kita berkata, apakah nanti setelah lulus kuliah saya akan:
1.      Kuliah lagi
2.      Menikah
3.      Membuat usaha sendiri
4.      Keliling dunia
5.      Menjadi sukarelawan, dll
Jika dipikir-pikir lagi, semua itu memang butuh banyak pertimbangan, terlebih lagi menyangkut maslah keinginan. Didalam menentukan ingin menjadi apa, keinginanlah yang sangat berperan. Jika kita mempuanyai keinginan yang kuat untuk menjadi apa, maka sia-sia kita menghabiskan waktu dan uang orang tua kita selama ini. Karena keinginnya saja tidak ada.
Berbicara lagi tentang akan menjadi apa nantinya, sebagian dari kita sudah ada mempuanyai planing akan melakukan apa setelah lulus nanti. Salah satunya ada yang ingin menikah setelah wisuda, ada juga yang ingin lanjut kuliah sampai S2 dan ada juga ingin membuka usaha sendiri. Sekarng yang menjadi masalah utama bukan kata “akan menjadi apa aku nanti”, tetapi, bagaimana cara kita untuk mencapai apa yang kita inginkan dan cita-citakan. Yang terpenting jangan pernah menyerah dan putus asa. Selalu berjuang dan semangat mejalani kehidupan ini. Terutama kehidupan pasa masa kuliah. Diman banyak tugasm banyak godaan yang datang, dan sebagainya.
Seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh “ Tuhan, aku tak tahu nanti aku akan jadi apa, tapi aku nanti jadi-jadikanlah aku yang terbaik”[2]. Dari kata-kata yang disampaikan Mario Teguh tersebut jelas kita bisa melihat, meski kita tidak tahu nantinya akan menjadi apa, akan tetapi kita tetap harus berusaha untuk menemukan apa yang pantas untuk kita kerjakan dan kita berusaha menjadi yang terbaik ketika kila telah menemukan apa yang pantas untuk kita kerjakan.
Oleh karena itu, dalam menentukan akan menjadi apa nantinya, hal utama yang harus diperkuat adalah keinginan, kerja keras dan tetap berusahan serta semangat. Agar yang dicita-cita tercapai dan juga kata “akan menjadi apa aku nanti” tidak lagi menjadi permasalahan yang membuat kita dilema.

Sumber:

Rabu, 13 April 2016

Tidak Cukup Hanya Dengan Mengatakan Tidak Terhadap Narkoba


Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, bahan adiktif berbahaya lainnya, sedangkan pengertian dari narkoba adalah bahan atau zat yang dapat menurunkan daya tahan tubuhdan merusak sistem saraf pada otak, dan menimbulkan ketergantungan/rasa ingin mengulang. sebenarya zat yang terdapat dalam narkoba dapat di gunakansebagai obat-obatan dan untuk penelitian, namun karena rasa ingin tahu yang berlebihan akan memicu seseorang untuk mencoba. seseorang yang telah terjerat oleh narkoba akan sangat menderita apabila tidak mengkonsumsi narkoba, hal ini disebabkan oleh rasa ketergantungan atau kecanduan (2).
Seperti yang kita ketahui bersama, narkoba sudah banyak memakan korban jiwa. Narkoba sebenarnya adalah bahan untuk penelitian dan obat bius dalam bidang kedokteran. Akan tetapi, kenyataannya narkoba banyak salah dipergunakan oleh orang-orang memiliki pengetahun yang kurang terhdapa narkoba.
Kita sebagai seseorang yang tahu tentang bahaya narkoba tidak cukup hanya mengatakan tidak terhadap narkoba itu sendiri. Pengetahauan tentang narkoba itu, perlu di sebarluas kepada masyarakat. Supaya masyarakat tahu tenatang bahayanya narkoba.
Indonesia juga telah mengelurkan Undang-undang tentang narkoba. Didalam undang-undang tersebut sudah dikatakan jelas bahwa bagi siapa saja yang mengedarkan narkoba jenis apapun maka hukumana yang akan diberikan kepadanaya adalah hukuman mati. Hukuman mati tersebut setara dengan apa yang dilakukannya. Karena para pengedar narkoba secara tidak langsung sudah menjerumuskan orang lain untuk mengkonsumsi barang haram tersebut, dan merusak generasi bangsa.
Namun pada kenyataanya, meskipun pemerintaha sudah mengeluarkan undang-undang tentang narkoba, masih banyak orang-orang yang mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba. Hal itu menunjukkan bahwa, kita tidak cukup hanya dengan mengatakan kepada orang lain tenatang bahaya narkoba, tetapi kita juga perlu menegasakan kepada semua orang untuk tidak mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba. Karena narkoba hanya akan memberikan kenikmatan sesaat, dan setelah itu narkoba hanya akan memberikan rasa sakit yang teramat sangat sakait kepada pengkonsumsinya bila telah melewati batas penggunaanatau kecanduan.
Orang yang sudah kecanduan terhadap narkoba, akan sangat sulit untuk bisa kembali ke kehidupannya yag normal. Dan juga pandangan orang lain atau masyarakat kepadanya juga akan ikut berubah.
Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat harus tegas, menolak narkoba. Kerena narkoba hanya akan membuat kehidupan kita menjadi buram. Bahkan bisa merusak masa depan bangsa sendiri.

Sumber :

Selasa, 05 April 2016

ADAT SASAK, SORONG SERAH AJI KERAMA



Adat perkawinan pada masyarakat Sasak Lombok dikaitkan dengan upacara adat sorong serah aji kerama. Seorang pemuda (terune) dapat memperoleh seorang istri berdasarkan adat dengan dua cara yaitu: pertama dengan soloh (meminang kepada keluarga si gadis); kedua dengan cara merariq (melarikan si gadis), Setelah salah satu cara sudah dilakukan, maka keluarga pria akan melakukan tata cara perkawinan sesuai adat Sasak.
Upacara perkawinan Sasak Lombok sering dikaitkan dengan upacara adat perkawinan sorong serah aji kerama yang merupakan salah satu tradisi yang ada sejak zaman dahulu dan telah melekat dengan kuat serta utuh didalam tatanan kehidupan masyarakat suku Sasak Lombok, bahkan beberapa kalangan masyarakat baik itu tokoh agama dan tokoh masyarakat adat itu sendiri menyatakan bahwa jika tidak melaksanakan upacara adat ini akan menjadi aib bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Sorong serah berasal dari kata sorong yang berarti mendorong dan serah yang berarti menyerahkan, jadi sorong serah merupakan suatu pernyataan persetujuan kedua belah pihak baik dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki dalam prosesi suatu perkawinan antara terune (jejaka) dan dedare (gadis).
Upacara sorong serah ini merupakan salah satu rangkaian upacara terpenting pada prosesi perkawinan adat Sasak Lombok.
Upacara sorong serah aji kerama ini juga pernah dipentaskan disuatu Sekolah Menagah Atas di Lombok dalam acara kebudayaan. Sorong serah aji kerama ini dijadikan sebagai salah satu praktek dalam mata pelajaran Seni Budaya di Lombok. Pada waktu prakteknya siswa diaharuskan mengucapkan kata-kata dalam bahasa sasak yang halus, bukan bahasa sasak yang umumnya. Serta menggunakan pakaian adat sasak. Untuk yang laki-laki menggunakan Dodot dan yang perempuan menggunakan Lambung.
Sorong serah aji kerama ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Dimana yang laki-laki akan terbagi menjadi dua pihak, ada dari pihak mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Sedangkan yang perempuan akan membawa semacam persembahan yang diperlukan dalam uapcara sorong serah aji kerama.
Adapun prosesi perkawinan Runutan adalah sebagai berikut:
1.      Mesejati
Mengandung arti bahwa dari pihak laki-laki mengutus beberapa orang tokoh masyarakat setempat atau tokoh adat untuk melaporkan kepada kepala desa atau keliang/kepala dusun untuk mempermaklumkan mengenai perkawinan tersebut tentang jati diri calon pengantin laki-laki dan selanjutnya melaporkan kepada pihak keluarga perempuan.
2.      Selabar
Mengandung maksud untuk memper maklumkan kepada pihak keluarga calon pengantin perempuan yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan adat istiadatnya meliputi aji kerama yang terdiri dari nilai-nilai 33-66-100 dengan dasar penilaian uang kepeng bolong atau kepeng jamaq, bahkan kadang-kadang acara selabar ini dirangkaikan dengan permintaan wali sekaligus.
3.      Mengambil Wali
Yang dimaksud dengan mengambil wali adalah mengambil wali dari pihak perempuan bisa langsung pada saat selabar atau beberapa hari setelah pelaksanaan selabar dan hal ini tergantung dari kesepakatan dua belah pihak (kapisuka)
4.      Mengambil Janji
Dalam pelaksanaan mengambil janji ini adalah membicarakan seputar sorong serah dan aji kerama sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di dalam desa atau kampung asal calon mempelai perempuan.
5.      Sorong Serah
Roh atau Inti dari pelaksanaan proses adat merariq ini adalah Sorong Serah Aji Krame, prosesi ini merupakan pengumuman resmi secara adat bahwa perkawinan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disertai dengan penyerahan peralatan mempelai pihak laki-laki atau yang dikenal dengan piranti-piranti simbul adat. Sebab biasanya jika Prosesi ini tidak dilaksanakn maka kedepannya akan timbul pertanyaan sehingga timbul permasalahan baru secara intern
6.      Nyongkolan
Dalam pelaksanaan nyongkolan keluarga pihak laki-laki disertai oleh kedua mempelai mengunjungi pihak keluarga perempuan yang diiringi oleh kerabat dan handai taulan dengan mempergunakan pakaian adat diiringi gamelan bahkan gendang beleq.
7.      Bales Ones Nae (Napak Tilas)
Merupakan salah satu tradisi untuk berkunjung ke rumah orang tua perempuan secara khusus bersama kedua orang tua pihak laki-laki.

Sumber :



Selasa, 29 Maret 2016

DISIPLIN PANGKAL KESUKSESAN


Disiplin merupakan sikap mental seseorang yang tercermin dalam tingkah laku perorang, kelompok atau masyakat berupa kepatuhan atau ketaan terhadap peraturan, norma dan etika yang berlaku.
Dari pengertian diatas, dapat ditarik suatu simpulan bahwa, disiplin merupakan kepatuahn atau ketaan seseorang terhadap peraturan, norma dan etika yang berlaku dan mengikat yang tercermin dalam tingkah laku.
Disiplin memang banyak membutuhkan pengorbanan, baik berupa perasaan, waktu, kenikmatan dan lain-lain, namun hal tersebut juga dilakukan demi tercapainya tujuan.
Disiplin itu sendiri terdiri dari:
  1. Disiplin waktu
  2. Disiplin diri pribadi
  3. Disiplin sosial
  4. Disiplin nasional

Dari macam-macam kedisiplin tersebut, yang paling banyak dilanggar ialah disiplin waktu. Padahal disiplin waktu merupakan salah satu faktor menuju kesuksesan, akan tetapi masih banyak orang yang melanggarnya. Seperti yang dikatakan oleh orang barat “ TIME IS MONEY” atau dalam bahasa Indonesia “ WAKTU ADALAH UANG”.


Jadi, jika seseorang ingin sukses, maka hargailah waktu yang ada. Jangan pergunakan waktu itu untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan.
Terutama sekali bagi kita yang masih menututu ilmu. Kedisiplin itu sangatlah besar manfaatnya untuk kehidupan kita dimasa yang akan datng. Jika kita sudah membiasakn diri berperilaku disiplin sejak dini, maka kata sukses bukanlah menjadi masalah untuk dirahnya.
Didalam dunia pendidikan pun, kedisiplinan sangat penting untuk diperhatikan. Bukan hanya disiplin terhdapap waktu, akan tetapi disiplin terhadap tatacara berpakaian. Karena, biasanya orang lain juga sangat memperhatikan cara perkaian kita setiap harinya.  Jika kita berpaiakan sopan dan rapi, maka orang lain juga melihat kita dengan pandangan yang positif, akan tetapi jika berpakain dengan amburadul, maka pemikiran orang terhadap kita juga demikian, yaitu amburadul.
Tetapi, kebanyakan dari kita masih perlu meningkatkan kedisiplinannya. Karena saat ini, jika dilahat dari kenyataan yang ada, bisa dihitung berapa persen orang yang memang benar-benar disiplin. Dan sisinya masih kurang disiplin.
Didunia pendidikan saat ini juga demikian, terlebih lagi di jenjang perguruan tinggi. Masih banyak mahasiswa yang kesisiplinannya kurang. Padahal kedisiplianan itu kunci dari kesuksesan. Tetapi, kebanyakan dari kita tidak menyadari hal tersebut.
Oleh sebeb itu, jika kita memiliki keingin kuat untuk suksek, maka tingkatlah kedisiplinan kita. Terutama kita sebagai calon guru, agar bisa menjadi contoh yang bisa diikuti oleh orang lain yang berda di sekitar kita.


Sumber : 

Selasa, 22 Maret 2016

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI

Pendidikan menjadi masalah utama yang harus diperhatikan. Pendidkan juga merupakan aset bagi kemajuan suatau bangsa. Oleh karena itu semua wagra negara harusa dan wajib mengikuti jenjang pendidikan baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun perguruan tinggi.
Dalam masalah pendidikan, seoarang anak dari lahir membutuhkan pelayanan yang tepat utuk memenuhi kebutuhan pendidikannya, serta untuk mengetahui karakteristik anak dalam pertubuhan dan perkembangannya untuk menyesuaikan diri dalam proses pembelajarannya.
Pendidikn anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang bertujuan untuk membina anak sejak lahir sampai berusia enam tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan usia dini yang diberikan orang tua kepada anak merupakan persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa perkembangan yang akan datang. Akan tetapi, masih banayak abanyak oarang tua yang tidak mengatahui pentingnya pendidikan bagi anak usia dini, terutama didaeah-daerah yang terpencil. Padahal hasil penelitian mengatakan 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak nerusia 4 tahun. Dan ketikaanak memasuki usia 8 tahun, sekitar 80% jaringnan otak anak mengalami perkembanagan dan mancapai puncaknya ketika berusia 18 tahun.
Tujuan utama diperlukannya pendidikan anak usia dini adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan sehingga anak memiliki kesiapan optimal untuk menghadapi jenjang pemdidikan selanjtnya dan kesiapan untuk megarungi kehidupan dimasa dewasa.
Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini jangan dianggap sebagai seseuatu yang tidak perlu. Karena perkembangan dan pertumbuhan anak yang pertama kalinya adalah saat anak memasuki pendidikan yang diberika oleh orang tua sejak anak baru lahir sampai berusia enam tahu.
Sumber :


Selasa, 15 Maret 2016

DAPATKAH KEMISKINAN TERATASI


Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal yaitu rendahnya kualitas hidup penduduk, keterbatasan dan kecukupan mutu pangan, rendahnya mutu pelayanan kesehatan, dan rendahnya mutu pendidikan.
Di Indonesia sendiri masalah kemiskinan menjadi masalah yang paling utama yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan. Pada tahun 2015 lalu penduduk miskin diperkirakan mencapai 30.25 juta jiwa atau sekitar 12.25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini terlihat jelas bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih terbilang besar dibandingkan dengan negara-negara disekitarnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah penduduk miskin meningkat satu persen atau sekitar 1.9 juta jiwa. Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2014 jumlah penduduk miskin mencapai 11.25 persen atau 28.28 juta jiwa.
Permasalah kemiskinan merupakan problematika kemanusian yang sampai saat ini menjadi isu sentral di Indonesia. Karena lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia hidup dengan penghasilan yang kurang dari US$ 2 per hari.

Masalah kemiskinan itu sendiri terjadi dikarenakan berbagai faktor diantaranya, naik turunnya harga BBM, terjadinya inflasi, harga dolar yang meningkat. Secara menyeluruh tingkat kualitas manusia Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan kulitas manusia di negara-negara lain di dunia.
Adapun upaya-upaya jangka pendek yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan yaitu:
1.      Perluasan kesempatan kerja, yang dilakukan dengan bantuan dana stimulasi untuk modal usaha, meningkatkan investsi dan pelatihan keterampilan tenga kerja.
2.      Adanya program sekolah geratis 9 tahun, termasuk tunjangan bagi siswa yang kyrang mampu.
3.      Jaminan kesehatan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit tingkat 3
4.      Pembangunan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sinitasi di daerah-daeraah yang kekurangan air bersih. Pembanguan jalan, jembatan dan dermaga di daerah-daerah tertinggal.
Sumber :