Selasa, 26 April 2016

AKAN JADI APA AKU NANTI.?

[1]

Pertanyaan yang sering kali timbul dalam diri kita adalah “ Akan Jadi Apa Aku Nanti”. Terlebih lagi kita sebagai mahasiswa sering kali berkata “Lulus kuliah nanti apakah saya akan mendapatkan pekerjaan yang layak, sedangkan sekarang saja begitu banyak sarjana yang manjadi pengangguran”. Kata-kata itu memang manjadi hal yang wajar untuk dipertanyakan. Bahkan ada juga dari kita yang berkata “ Lulus kuliah saya bingung mau kerja apa, mengandalkan untuk menjadi pegawai negeri saat ini susah, mencari kerja juga susah”.
Di dalam diri kita, seringkali kita berkata, apakah nanti setelah lulus kuliah saya akan:
1.      Kuliah lagi
2.      Menikah
3.      Membuat usaha sendiri
4.      Keliling dunia
5.      Menjadi sukarelawan, dll
Jika dipikir-pikir lagi, semua itu memang butuh banyak pertimbangan, terlebih lagi menyangkut maslah keinginan. Didalam menentukan ingin menjadi apa, keinginanlah yang sangat berperan. Jika kita mempuanyai keinginan yang kuat untuk menjadi apa, maka sia-sia kita menghabiskan waktu dan uang orang tua kita selama ini. Karena keinginnya saja tidak ada.
Berbicara lagi tentang akan menjadi apa nantinya, sebagian dari kita sudah ada mempuanyai planing akan melakukan apa setelah lulus nanti. Salah satunya ada yang ingin menikah setelah wisuda, ada juga yang ingin lanjut kuliah sampai S2 dan ada juga ingin membuka usaha sendiri. Sekarng yang menjadi masalah utama bukan kata “akan menjadi apa aku nanti”, tetapi, bagaimana cara kita untuk mencapai apa yang kita inginkan dan cita-citakan. Yang terpenting jangan pernah menyerah dan putus asa. Selalu berjuang dan semangat mejalani kehidupan ini. Terutama kehidupan pasa masa kuliah. Diman banyak tugasm banyak godaan yang datang, dan sebagainya.
Seperti yang dikatakan oleh Mario Teguh “ Tuhan, aku tak tahu nanti aku akan jadi apa, tapi aku nanti jadi-jadikanlah aku yang terbaik”[2]. Dari kata-kata yang disampaikan Mario Teguh tersebut jelas kita bisa melihat, meski kita tidak tahu nantinya akan menjadi apa, akan tetapi kita tetap harus berusaha untuk menemukan apa yang pantas untuk kita kerjakan dan kita berusaha menjadi yang terbaik ketika kila telah menemukan apa yang pantas untuk kita kerjakan.
Oleh karena itu, dalam menentukan akan menjadi apa nantinya, hal utama yang harus diperkuat adalah keinginan, kerja keras dan tetap berusahan serta semangat. Agar yang dicita-cita tercapai dan juga kata “akan menjadi apa aku nanti” tidak lagi menjadi permasalahan yang membuat kita dilema.

Sumber:

Rabu, 13 April 2016

Tidak Cukup Hanya Dengan Mengatakan Tidak Terhadap Narkoba


Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, bahan adiktif berbahaya lainnya, sedangkan pengertian dari narkoba adalah bahan atau zat yang dapat menurunkan daya tahan tubuhdan merusak sistem saraf pada otak, dan menimbulkan ketergantungan/rasa ingin mengulang. sebenarya zat yang terdapat dalam narkoba dapat di gunakansebagai obat-obatan dan untuk penelitian, namun karena rasa ingin tahu yang berlebihan akan memicu seseorang untuk mencoba. seseorang yang telah terjerat oleh narkoba akan sangat menderita apabila tidak mengkonsumsi narkoba, hal ini disebabkan oleh rasa ketergantungan atau kecanduan (2).
Seperti yang kita ketahui bersama, narkoba sudah banyak memakan korban jiwa. Narkoba sebenarnya adalah bahan untuk penelitian dan obat bius dalam bidang kedokteran. Akan tetapi, kenyataannya narkoba banyak salah dipergunakan oleh orang-orang memiliki pengetahun yang kurang terhdapa narkoba.
Kita sebagai seseorang yang tahu tentang bahaya narkoba tidak cukup hanya mengatakan tidak terhadap narkoba itu sendiri. Pengetahauan tentang narkoba itu, perlu di sebarluas kepada masyarakat. Supaya masyarakat tahu tenatang bahayanya narkoba.
Indonesia juga telah mengelurkan Undang-undang tentang narkoba. Didalam undang-undang tersebut sudah dikatakan jelas bahwa bagi siapa saja yang mengedarkan narkoba jenis apapun maka hukumana yang akan diberikan kepadanaya adalah hukuman mati. Hukuman mati tersebut setara dengan apa yang dilakukannya. Karena para pengedar narkoba secara tidak langsung sudah menjerumuskan orang lain untuk mengkonsumsi barang haram tersebut, dan merusak generasi bangsa.
Namun pada kenyataanya, meskipun pemerintaha sudah mengeluarkan undang-undang tentang narkoba, masih banyak orang-orang yang mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba. Hal itu menunjukkan bahwa, kita tidak cukup hanya dengan mengatakan kepada orang lain tenatang bahaya narkoba, tetapi kita juga perlu menegasakan kepada semua orang untuk tidak mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba. Karena narkoba hanya akan memberikan kenikmatan sesaat, dan setelah itu narkoba hanya akan memberikan rasa sakit yang teramat sangat sakait kepada pengkonsumsinya bila telah melewati batas penggunaanatau kecanduan.
Orang yang sudah kecanduan terhadap narkoba, akan sangat sulit untuk bisa kembali ke kehidupannya yag normal. Dan juga pandangan orang lain atau masyarakat kepadanya juga akan ikut berubah.
Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat harus tegas, menolak narkoba. Kerena narkoba hanya akan membuat kehidupan kita menjadi buram. Bahkan bisa merusak masa depan bangsa sendiri.

Sumber :

Selasa, 05 April 2016

ADAT SASAK, SORONG SERAH AJI KERAMA



Adat perkawinan pada masyarakat Sasak Lombok dikaitkan dengan upacara adat sorong serah aji kerama. Seorang pemuda (terune) dapat memperoleh seorang istri berdasarkan adat dengan dua cara yaitu: pertama dengan soloh (meminang kepada keluarga si gadis); kedua dengan cara merariq (melarikan si gadis), Setelah salah satu cara sudah dilakukan, maka keluarga pria akan melakukan tata cara perkawinan sesuai adat Sasak.
Upacara perkawinan Sasak Lombok sering dikaitkan dengan upacara adat perkawinan sorong serah aji kerama yang merupakan salah satu tradisi yang ada sejak zaman dahulu dan telah melekat dengan kuat serta utuh didalam tatanan kehidupan masyarakat suku Sasak Lombok, bahkan beberapa kalangan masyarakat baik itu tokoh agama dan tokoh masyarakat adat itu sendiri menyatakan bahwa jika tidak melaksanakan upacara adat ini akan menjadi aib bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Sorong serah berasal dari kata sorong yang berarti mendorong dan serah yang berarti menyerahkan, jadi sorong serah merupakan suatu pernyataan persetujuan kedua belah pihak baik dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki dalam prosesi suatu perkawinan antara terune (jejaka) dan dedare (gadis).
Upacara sorong serah ini merupakan salah satu rangkaian upacara terpenting pada prosesi perkawinan adat Sasak Lombok.
Upacara sorong serah aji kerama ini juga pernah dipentaskan disuatu Sekolah Menagah Atas di Lombok dalam acara kebudayaan. Sorong serah aji kerama ini dijadikan sebagai salah satu praktek dalam mata pelajaran Seni Budaya di Lombok. Pada waktu prakteknya siswa diaharuskan mengucapkan kata-kata dalam bahasa sasak yang halus, bukan bahasa sasak yang umumnya. Serta menggunakan pakaian adat sasak. Untuk yang laki-laki menggunakan Dodot dan yang perempuan menggunakan Lambung.
Sorong serah aji kerama ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Dimana yang laki-laki akan terbagi menjadi dua pihak, ada dari pihak mempelai laki-laki dan mempelai perempuan. Sedangkan yang perempuan akan membawa semacam persembahan yang diperlukan dalam uapcara sorong serah aji kerama.
Adapun prosesi perkawinan Runutan adalah sebagai berikut:
1.      Mesejati
Mengandung arti bahwa dari pihak laki-laki mengutus beberapa orang tokoh masyarakat setempat atau tokoh adat untuk melaporkan kepada kepala desa atau keliang/kepala dusun untuk mempermaklumkan mengenai perkawinan tersebut tentang jati diri calon pengantin laki-laki dan selanjutnya melaporkan kepada pihak keluarga perempuan.
2.      Selabar
Mengandung maksud untuk memper maklumkan kepada pihak keluarga calon pengantin perempuan yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan adat istiadatnya meliputi aji kerama yang terdiri dari nilai-nilai 33-66-100 dengan dasar penilaian uang kepeng bolong atau kepeng jamaq, bahkan kadang-kadang acara selabar ini dirangkaikan dengan permintaan wali sekaligus.
3.      Mengambil Wali
Yang dimaksud dengan mengambil wali adalah mengambil wali dari pihak perempuan bisa langsung pada saat selabar atau beberapa hari setelah pelaksanaan selabar dan hal ini tergantung dari kesepakatan dua belah pihak (kapisuka)
4.      Mengambil Janji
Dalam pelaksanaan mengambil janji ini adalah membicarakan seputar sorong serah dan aji kerama sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di dalam desa atau kampung asal calon mempelai perempuan.
5.      Sorong Serah
Roh atau Inti dari pelaksanaan proses adat merariq ini adalah Sorong Serah Aji Krame, prosesi ini merupakan pengumuman resmi secara adat bahwa perkawinan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disertai dengan penyerahan peralatan mempelai pihak laki-laki atau yang dikenal dengan piranti-piranti simbul adat. Sebab biasanya jika Prosesi ini tidak dilaksanakn maka kedepannya akan timbul pertanyaan sehingga timbul permasalahan baru secara intern
6.      Nyongkolan
Dalam pelaksanaan nyongkolan keluarga pihak laki-laki disertai oleh kedua mempelai mengunjungi pihak keluarga perempuan yang diiringi oleh kerabat dan handai taulan dengan mempergunakan pakaian adat diiringi gamelan bahkan gendang beleq.
7.      Bales Ones Nae (Napak Tilas)
Merupakan salah satu tradisi untuk berkunjung ke rumah orang tua perempuan secara khusus bersama kedua orang tua pihak laki-laki.

Sumber :