Selasa, 29 Maret 2016

DISIPLIN PANGKAL KESUKSESAN


Disiplin merupakan sikap mental seseorang yang tercermin dalam tingkah laku perorang, kelompok atau masyakat berupa kepatuhan atau ketaan terhadap peraturan, norma dan etika yang berlaku.
Dari pengertian diatas, dapat ditarik suatu simpulan bahwa, disiplin merupakan kepatuahn atau ketaan seseorang terhadap peraturan, norma dan etika yang berlaku dan mengikat yang tercermin dalam tingkah laku.
Disiplin memang banyak membutuhkan pengorbanan, baik berupa perasaan, waktu, kenikmatan dan lain-lain, namun hal tersebut juga dilakukan demi tercapainya tujuan.
Disiplin itu sendiri terdiri dari:
  1. Disiplin waktu
  2. Disiplin diri pribadi
  3. Disiplin sosial
  4. Disiplin nasional

Dari macam-macam kedisiplin tersebut, yang paling banyak dilanggar ialah disiplin waktu. Padahal disiplin waktu merupakan salah satu faktor menuju kesuksesan, akan tetapi masih banyak orang yang melanggarnya. Seperti yang dikatakan oleh orang barat “ TIME IS MONEY” atau dalam bahasa Indonesia “ WAKTU ADALAH UANG”.


Jadi, jika seseorang ingin sukses, maka hargailah waktu yang ada. Jangan pergunakan waktu itu untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk kehidupan.
Terutama sekali bagi kita yang masih menututu ilmu. Kedisiplin itu sangatlah besar manfaatnya untuk kehidupan kita dimasa yang akan datng. Jika kita sudah membiasakn diri berperilaku disiplin sejak dini, maka kata sukses bukanlah menjadi masalah untuk dirahnya.
Didalam dunia pendidikan pun, kedisiplinan sangat penting untuk diperhatikan. Bukan hanya disiplin terhdapap waktu, akan tetapi disiplin terhadap tatacara berpakaian. Karena, biasanya orang lain juga sangat memperhatikan cara perkaian kita setiap harinya.  Jika kita berpaiakan sopan dan rapi, maka orang lain juga melihat kita dengan pandangan yang positif, akan tetapi jika berpakain dengan amburadul, maka pemikiran orang terhadap kita juga demikian, yaitu amburadul.
Tetapi, kebanyakan dari kita masih perlu meningkatkan kedisiplinannya. Karena saat ini, jika dilahat dari kenyataan yang ada, bisa dihitung berapa persen orang yang memang benar-benar disiplin. Dan sisinya masih kurang disiplin.
Didunia pendidikan saat ini juga demikian, terlebih lagi di jenjang perguruan tinggi. Masih banyak mahasiswa yang kesisiplinannya kurang. Padahal kedisiplianan itu kunci dari kesuksesan. Tetapi, kebanyakan dari kita tidak menyadari hal tersebut.
Oleh sebeb itu, jika kita memiliki keingin kuat untuk suksek, maka tingkatlah kedisiplinan kita. Terutama kita sebagai calon guru, agar bisa menjadi contoh yang bisa diikuti oleh orang lain yang berda di sekitar kita.


Sumber : 

Selasa, 22 Maret 2016

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI

Pendidikan menjadi masalah utama yang harus diperhatikan. Pendidkan juga merupakan aset bagi kemajuan suatau bangsa. Oleh karena itu semua wagra negara harusa dan wajib mengikuti jenjang pendidikan baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun perguruan tinggi.
Dalam masalah pendidikan, seoarang anak dari lahir membutuhkan pelayanan yang tepat utuk memenuhi kebutuhan pendidikannya, serta untuk mengetahui karakteristik anak dalam pertubuhan dan perkembangannya untuk menyesuaikan diri dalam proses pembelajarannya.
Pendidikn anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang bertujuan untuk membina anak sejak lahir sampai berusia enam tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan usia dini yang diberikan orang tua kepada anak merupakan persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa perkembangan yang akan datang. Akan tetapi, masih banayak abanyak oarang tua yang tidak mengatahui pentingnya pendidikan bagi anak usia dini, terutama didaeah-daerah yang terpencil. Padahal hasil penelitian mengatakan 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak nerusia 4 tahun. Dan ketikaanak memasuki usia 8 tahun, sekitar 80% jaringnan otak anak mengalami perkembanagan dan mancapai puncaknya ketika berusia 18 tahun.
Tujuan utama diperlukannya pendidikan anak usia dini adalah untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan sehingga anak memiliki kesiapan optimal untuk menghadapi jenjang pemdidikan selanjtnya dan kesiapan untuk megarungi kehidupan dimasa dewasa.
Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini jangan dianggap sebagai seseuatu yang tidak perlu. Karena perkembangan dan pertumbuhan anak yang pertama kalinya adalah saat anak memasuki pendidikan yang diberika oleh orang tua sejak anak baru lahir sampai berusia enam tahu.
Sumber :


Selasa, 15 Maret 2016

DAPATKAH KEMISKINAN TERATASI


Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal yaitu rendahnya kualitas hidup penduduk, keterbatasan dan kecukupan mutu pangan, rendahnya mutu pelayanan kesehatan, dan rendahnya mutu pendidikan.
Di Indonesia sendiri masalah kemiskinan menjadi masalah yang paling utama yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan. Pada tahun 2015 lalu penduduk miskin diperkirakan mencapai 30.25 juta jiwa atau sekitar 12.25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini terlihat jelas bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih terbilang besar dibandingkan dengan negara-negara disekitarnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, jumlah penduduk miskin meningkat satu persen atau sekitar 1.9 juta jiwa. Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2014 jumlah penduduk miskin mencapai 11.25 persen atau 28.28 juta jiwa.
Permasalah kemiskinan merupakan problematika kemanusian yang sampai saat ini menjadi isu sentral di Indonesia. Karena lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia hidup dengan penghasilan yang kurang dari US$ 2 per hari.

Masalah kemiskinan itu sendiri terjadi dikarenakan berbagai faktor diantaranya, naik turunnya harga BBM, terjadinya inflasi, harga dolar yang meningkat. Secara menyeluruh tingkat kualitas manusia Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan kulitas manusia di negara-negara lain di dunia.
Adapun upaya-upaya jangka pendek yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan yaitu:
1.      Perluasan kesempatan kerja, yang dilakukan dengan bantuan dana stimulasi untuk modal usaha, meningkatkan investsi dan pelatihan keterampilan tenga kerja.
2.      Adanya program sekolah geratis 9 tahun, termasuk tunjangan bagi siswa yang kyrang mampu.
3.      Jaminan kesehatan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit tingkat 3
4.      Pembangunan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sinitasi di daerah-daeraah yang kekurangan air bersih. Pembanguan jalan, jembatan dan dermaga di daerah-daerah tertinggal.
Sumber :